Walaupun Bakso 33 Makassar telah lolos uji lab Balai Besar Lab. Kesehatan Makassar kementerian Kesehatan RI dan terbukti tidak mengandung bahan pengawet kimia, dan 100% daging sapi, masih tidak lengkap bila belum mengantongi sertifikat HALAL dari LPPOM Majelis Ulama Indonesia.

Proses sertifikasi ini masih berlangsung, dan dalam waktu dekat Bakso 33 Makassar berhak menempelkan logo HALAL dari MUI di setiap kemasan bakso. Ternyata proses mengurusnya tidak sulit, bahkan dipermudah. Sesuai dengan ajaran Islam, agama itu untuk memudahkan, bukan untuk membuat sulit manusia. Berikut bagan proses pengurusan sertifikasi halal LPPOM-MUI. flow chart SH indonesia-maret 2013 LPPOM-MUI sudah memiliki laboratorium dan tenaga ahli yang lengkap, tidak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui apa sebuah produk makanan mengandung zat tidak halal dan turunannya. Untuk bakso, beberapa persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM-MUI yang telah dipenuhi Bakso 33 Makassar:

  • Semua bahan (bahan baku, bahan pembantu dan bahan penolong) yang digunakan harus memenuhi standar halal bahan
  • Bahan yang berupa intermediet atau raw product tidak boleh dihasilkan dari fasilitas produksi yang juga digunakan untuk membuat produk yang menggunakan babi atau turunannya sebagai salah satu bahannya
  • Perusahaan yang menerapkan pengkodean bahan atau produk harus  dapat menjamin traceability (bahan, produsen, status halal).
  • Pengkodean juga harus menjamin bahan dengan kode sama berstatus halal sama
  • Tidak mengandung babi atau turunan babi
  • Tidak mengandung minuman beralkohol (khamr) dan turunannya
  • Semua bahan dari hewan (bukan ikan/hewan yang hidup di air) harus dari hewan halal dan disembelih sesuai aturan Islam (dibuktikan dengan setifikat halal MUI atau dari lembaga yang diakui MUI)
  • Tidak mengandung bahan haram seperti bangkai, darah dan bagian dari tubuh manusia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here