pemanasan-global-jpg1 (1)

Belakangan ini, cuaca terasa lebih panas daripada tahun-tahun sebelumnya. Tak heran bila sebongkah es lebih cepat mencair dari biasanya. Lantas, apa yang sesungguhnya terjadi? Di tahun 2015, suhu panas bumi sedang meningkat. NASA (National Aeronautics and Space Administration), NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), dan Japan Meteorogical Agency mengklaim kebenaran atas fenomena itu. Para peneliti dari berbagai instansi telah mengukur suhu panas bumi sejak tahun 1880-an hingga sekarang. Hasil riset menyatakan bahwa tahun 2015 tercatat sebagai tahun terpanas. Pada enam bulan pertama, panas bumi kian meningkat hingga berada di tingkat tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Di samping perihal tersebut, hasil riset NOAA mengatakan, pada bulan Juni di tahun 2015 temperatur permukaan tanah meningkat jadi 1,26 derajat Celcius, melebihi suhu yang tercatat di tahun 2012, yakni 0,06 derajat Celcius. Suhu tersebut telah berada di atas suhu rata-rata sepanjang abad ke-20 dan menjadi puncak suhu bumi terpanas.

Didasarkan pada data WWF, penyumbang terbesar dalam perubahan iklim dunia adalah pemakaian energi, semacam energi listrik, air, dan lain sebagainya, secara berlebihan dan kian meningkat. Bila setiap kita tidak bergerak cepat untuk mengurangi pemakaian energi secara berlebihan, tidak menutup kemungkinan bumi akan mengalami kerusakan yang sangat parah. (sumber: Natgeo Indonesia)

mencegah-pemanasan-global-global-warming1

Selain dengan melakukan aksi peduli lingkungan, ternyata dengan makanan juga bisa berkontribusi kurangi pemanasan global. Menurut Ketua Niode Foundation Amanda Katili Niode makanan lokal bisa berpengaruh untuk mengurangi pemanasan global.

Amanda menjelaskan kuliner lokal bisa berperan dalam mengurangi pemanasan global karena prosesnya. Makanan lokal itu tidak butuh energi banyak, jadi bisa menghemat pengeluaran energi dan berdampak positif bagi lingkungan dan bumi. Lain halnya dengan bahan makanan impor, banyak sekali energi yang digunakan dalam proses dan distribusinya. Untuk itu ia sangat ingin peran masyarakat Indonesia bisa berkontribusi baik juga dalam hal mengonsumsi makanan. Terutama generasi muda, ia mengharapkan remaja harus diperkenalkan sekali tentang makanan Indonesia. (sumber: republika)

1 KOMENTAR

  1. Thanks informasinya gan. Memang industri makanan skala besar, banyak menyumbang global warming, dalam hal besarnya penggunaan listrik, bahan bakar, dan sebagainya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here