Pernah merasa sangat lapar saat bangun di pagi hari? Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya respon tubuh tersebut, di antaranya:

1. Kurang Tidur.
Berdasarkan sebuah studi yang tercantum dalam Jurnal Obesitas, mereka yang kurang tidur akan mengonsumsi tambahan 248 kalori pada hari berikutnya. Kelelahan akibat kurang istirahat juga terbukti mendorong kita untuk makan dua kali lipat dari jumlah kalori biasanya.

Para ilmuwan menyebutkan, orang-orang yang secara berkala hanya tidur lima jam sehari disinyalir 50 persen lebih mudah gemuk dibandingkan mereka yang tidur delapan jam sehari. Sebab, stres pada tubuh akan mengganggu keseimbangan ghrelin dan leptin, ‘hormon lapar’ yang memberitahu apakah Anda lapar atau kenyang.

“Jika Anda lelah dan kurang istirahat, tubuh cenderung ‘menggila’ untuk mendapatkan glukosa karena butuh energi dalam waktu cepat,” ujar ahli nutrisi Rhiannon Lambert dari rhitrition.com.

2. Menu makan malam yang kurang tepat.
Jika Anda merasa lapar ketika bangun pagi, ingat-ingat apa yang Anda makan semalam. Konsumsi terlalu banyak karbohidrat olahan menyebabkan kadar gula meningkat pesat tetapi juga hilang dengan cepat.

Hasilnya, ketika bangun, otak Anda segera mengidam glukosa. Hormon rasa lapar yang kemudian dilepaskan, membuat Anda ingin makan sesegera mungkin.

Untuk menghindari terlalu lapar di pagi hari, para ahli menyarankan makan malam dengan menu yang menggabungkan karbohidrat yang lebih kompleks dan lebih sulit dicerna. Misalnya, beras merah, roti gandum, atau pasta dengan tambahan produk protein seperti daging, ikan, atau kacang-kacangan.

“Di dalam usus, terdapat sel sensor kecil yang mendeteksi berapa banyak Anda mengonsumsi protein dan karbohidrat. Sertakan protein dalam makanan untuk memberitahu otak bahwa Anda sudah cukup makan,” kata ahli endokrin dari Universitas Cambridge, Sir Stephen O’Rahilly.

3. Konsumsi minuman beralkohol.
Banyak manfaat buruk dari konsumsi minuman beralkohol. Selain sejumlah buruk dampak bagi kesehatan, kelaparan adalah salah satunya. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Alcohol and Alcoholism menyebutkan, minum tiga gelas anggur dapat menurunkan kadar hormon leptin hingga 30 persen.

Selain itu, liver Anda juga akan menghabiskan begitu banyak waktu untuk mengurai alkohol dalam darah Anda dalam semalam. Sehingga, fungsi monitor kadar glukosa menjadi tidak berfungsi.

4. Kurang minum air putih.
Saat tubuh kekurangan cairan, bisa jadi Anda salah menafsirkan rasa haus sebagai lapar. Pasalnya, dehidrasi membuat bagian otak pengatur hormon nafsu makan (hipotalamus) sedikit terganggu sehingga Anda cenderung mencari camilan ketika sesungguhnya hanya perlu minum.

Dehidrasi membuat Anda murung, lelah, dan kehilangan konsentrasi. Namun, otak cenderung bingung membandingkannya dengan kondisi lapar karena memiliki efek yang sama.

“Sekitar 60 persen dari tubuh manusia terdiri dari air. Karena itu, setiap orang dianjurkan secara sadar minum sekitar dua liter sehari, bahkan ketika tidak benar-benar merasa haus,” ujar ahli gizi Rhiannon Lambert.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here